Kunjungan ke Villa Domba, 21-22 September

Kali ini aku menemani tamu dari Singapura yang akan belajar budi daya vanili. (Informasi tur ada di sini). Mereka sendiri sudah sampai di perkebunan pada tanggal 18 September 2013. Aku baru menyusul tanggal 20 September 2013 karena mengurus team FFG dahulu, karena di penghujung minggu ini akan diadakan Bootcamp dan aku juga tidak mau ketinggalan training di hari Rabu dan Kamis.

Berangkat dari Jakarta hari Jumat 20 September 2013 sore dengan Baraya Travel  dekat rumah. Sofi mengantarku ke sana. Jadwal berangkat pukul 14.30 WIB mundur menjadi 15.30 WIB dan hanya aku penumpangnya. Jadi kunikmati saja perjalanan itu

Tampang kucel

Tampang kucel

Tiba di kantor Baraya Travel di Buah Batu sekitar pukul 18.30 dan mulai hujan. Aku langsung memesan Blue Bird Taxi sesuai petunjuk Pak Agus. Khawatir juga karena satu jam setelah itu Blue Bird Bandung memberi kabar kalau masih belum ada taksi kosong. Aku sholat Maghrib dan Isya’ di kantor Baraya. Mereka tutup pukul 21.00 WIB. Alhamdulillah, tak lama setelah telepon kedua, sekitar pukul 20.45 WIB datanglah taksi Blue Bird pesananku. Perjalanan ke Cangkuang memakan waktu sekitar 1,5 jam. Beberapa kali kami stop untuk menanyakan arah dan aku sering berkomunikasi dengan adiknya Pak Agus yang akan menjemputku. Ongkos taksi 80 ribuan tetapi aku lebihkan karena pak supir sudah baik sekali. Hujan mulai berhenti saat aku dijemput di meeting point.

Sampai di perkebunan, aku menyapa keluarga Pak Agus, lalu aku pun beristirahat di kamar yang sudah disiapkan.

Sabtu, 21 September 2013

Pagi yang cerah! Akhirnya bertemu pasangan dari Singapura tersebut dan juga Ibu Utami, penterjemah. Aku tidak sarapan karena puasa diet OCDku.

Hari ini belajar tentang pupuk dan pembasmian hama secara alamiah/natural. Setelah makan siang dilanjutkan dengan topik vanilla curing dan pengemasan. Sayang sekali untuk kali ini mereka tidak bisa melihat proses realnya karena periode saat ini adalah pembungaan. Sehingga yang tamuku bisa alami justru melihat dan melakukan sendiri proses pembuahan tersebut. Beda waktu program bulan Agustus lalu, tamu dari Filipina justru kebalikannya.

Pemberian materi tentang pupuk

Pemberian materi tentang pupuk

biji rumput

Aku dengan anak domba

Malam hari aku akhirnya ikut makan juga, hahaha…. Tergoda dengan masakan Ibu Suhadi. Yah, terpaksa puasa OCD libur dulu.

Kami saling bercerita mengenai latar belakang, hobi, dan berbagai hal tentang negara masing-masing. It was fun.

Walah, tadi siang dapat komentar dari Pak Agus, katanya aku pakai baju seperti mau ke pesta, hahaha…… Yah, salah kostum dong ya… Padahal niatnya biar kelihatan rapi. Dandan pun tidak berlebihan, hanya pakai BB Cream, bedak, blush on dan eye shadow tipis, juga lipstick warna natural. Abis bingung, kalau mau ke kebun, mesti pake baju apa dong? Pembaca, minta saran ya.

 

My style

My style

 

 

Minggu, 22 September 2013

Hari ini akan diisi dengan rekreasi ke Kawah Putih. Sehingga semua materi dihabiskan di pagi hari. Kami belajar membuat ground vanilla powder dan vanilla bean paste. Dan juga melakukan pembuahan.

Foto bersama di Villa Domba

Foto bersama di Villa Domba

Kemudian kami pun berangkat menuju Kawah Putih. Cerita detilnya ada di sini: Mengunjungi Kawah Putih, Jawa Barat

Malam harinya kami lanjutkan dengan mengobrol dan membahas pertanyaan-pertanyaan yang muncul setelah 4 hari belajar. Dilanjutkan dengan perpisahan karena besok pukul 5.00 WIB kami harus berangkat menghindari kondisi macetnya jalan di hari Senin.

Aku sendiri melanjutkan bertemu dengan teamku di Bandung, lalu kembali ke Jakarta dengan Baraya Travel pukul 18.30 WIB. Dan sampai di rumah pukul 22.30. Terimakasih Ya Allah untuk semuanya.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.