Kunjungan ke Villa Domba

Setelah beberapa waktu berkomunikasi dengan Bapak Agus Ramada dari Villa Domba mengenai rencana menjadi mitra pemasar vanili organik Villa Domba secara online, aku memutuskan  untuk mendatangi perkebunan vanili tersebut, apalagi aku sudah menerima surat penunjukan sebagai mitra pemasar dan aku sudah membuatkan website untuk berjualan produk vanili organik untuk target pasar internasional.

Ini tentunya agar aku lebih mengenal orang-orang di balik produksi vanili organik dan mengetahui lebih jauh mengenai komoditi vanili, karena bidang ini merupakan bidang baru bagiku.

Aku berunding dengan adikku kira-kira kapan waktu yang enak pergi ke Villa Domba. Diputuskan tanggal 27-28 Maret 2010 karena adik iparku tidak pulang ke Jakarta, dan jika minggu berikutnya yang long weekend, pasti perjalanan ke Bandung akan super macet. Aku booking tempat ke Pak Agus untuk ikut Tur dan Presentasi Bisnis, sedangkan adik dan keponakan bisa ikut Ladies Program. Jadilah dengan memboyong si Mbak dan para keponakan, kami berlima pergi ke Bandung.  Tidak lupa berbekal kamera digital supaya aku bisa menangkap momen-momen di sana sebagai bahan nge-blog. Cukup nekad juga karena pompa air mobil sudah harus diganti dan ban mobil sudah ada yang gundul.

Sabtu, 27 Maret 2010

Kami sempatkan untuk singgah dulu di RS Global Awal Bros Bekasi untuk menjenguk Bulik yang sudah lama dirawat di sana, lalu kami makan siang di area peristirahatan Tol Cikampek. Tidak ada target waktu yang dikejar, perjalanan benar-benar dinikmati. Sampai-sampai Kakak Rara, keponakanku yang pertama bertanya-tanya kapan sampai ke tempat Domba, hahaha…… Yah, mau bagaimana lagi, aku kan jarang menyetir jarak jauh dan juga cepat merasa mengantuk.

Alhasil, kami keluar Tol Buah Batu pada pukul 17.00 dan sampai di rumah Paklik pada 17.30. Sesampai di sana, kami mengobrol dan bertukar cerita, lalu mandi dan beberes. Ternyata rasa kantuk menang! Kami semua tidur cepat. Mau bagaimana lagi, aku pun kecape’an karena pekerjaan minggu lalu dan dalam kondisi batuk pilek. Rencana untuk jalan-jalan ke FO batal.

Minggu, 28 Maret 2010

Sebelum azan Shubuh aku sudah bangun, lalu online karena ada beberapa invoice customer toko kosmetik yang perlu dikirim. Setelah itu sarapan, lalu mandi dan bersiap-siap berangkat.

Paklik membekali kami dengan peta Bandung dan memberikan petunjuk arah jalan yang perlu ditempuh, mengingat jalan-jalan di kota Bandung ada yang satu arah. Adikku berperan sebagai navigator.

Selain peta, aku juga mencatat petunjuk dari Pak Agus menuju ke Villa Domba yang lokasinya kira-kira 1 jam dari Bandung.  Patokan akhir adalah kantor Kec. Cangkuang. Perjalanan ditempuh selama 1 jam 15 menit. Sempat beberapa kali menelepon Pak Agus untuk meminta petunjuk arah.

Dengan bantuan tukang ojeg setempat, akhirnya kami sampai di Villa Domba. Pak Agus keluar menyambut. Ternyata di hari itu cuma ada rombongan kami saja, sementara rombongan lain memilih datang minggu berikutnya saat long weekend. Ah, malah enak nih, aku bisa enak ngobrolnya nanti, kataku dalam hati.

Setelah acara perkenalan, aku dan adikku berpisah. Aku bersama Pak Agus dan ayahnya, Pak Suhadi, pergi ke saung untuk sesi presentasi dan diskusi. Sementara adikku dan anak-anaknya ke kandang domba.

Setelah selesai presentasi (nanti rinciannya aku posting tersendiri), kami berkumpul kembali di saung. Makan siang sudah selesai dimasak dan disuguhkan. Seluruh anggota keluarga Pak Agus berkumpul juga: anak dan istrinya, Pak Suhadi dan ibu, juga adik Pak Agus. Wah, senang rasanya, seperti piknik dengan keluarga sendiri saja. Penerimaan Pak Agus dan Pak Suhadi benar-benar kekeluargaan sekali.

Makan siang di Villa Domba, dengan pemilik dan istri

Makan siang di Villa Domba, dengan pemilik dan istri

Menu hari itu adalah domba muda bakar, karedok, salad, dan sate ayam. Nyam nyam….. Domba bakarnya enak sekali, tidak keras.

Domba bakar yang lezat, olahan di Villa Domba

Domba bakar yang lezat, olahan di Villa Domba

Hari itu muncul ide-ide baru untuk mengupdate websiteku…. Banyak pula ide bisnis baru yang didapat.

Saat makan siang, hujan turun dengan lebat. Syukurlah setelah selesai makan, tinggal gerimis saja. Adik dan keponakan beristirahat dan sholat Zhuhur, sedangkan aku ke lapangan untuk melihat perkebunan vanili. Dengan mengenakan sepatu boot karet, membawa payung dan memakai topi, aku keliling bersama Pak Agus dan Pak Iyah.

Diceritakan bagaimana seluk beluk menanam vanili: mengadakan bibit, menanam, merawat, memetik, mengolah vanili sampai menjadi produk jadi. Benar-benar kerja manual dan memerlukan kesabaran. Tetapi, semua itu terbayar dengan permintaan yang banyak dari konsumen.

Aku dan tanaman vanilla, Villa Domba

Aku dan tanaman vanilla, Villa Domba

Kami pulang setelah hujan agak reda. Sempat salah belok, sehingga perlu ikut salah satu penduduk yang naik motor untuk sampai ke jalan raya. Di daerah Terusan Kopo ada banjir yang bikin jalan jadi macet. Singgah sebentar di rumah Paklik untuk berpamitan, beli oleh-oleh dipandu jalan oleh sepupuku, lalu kami pulang. Kali ini adikku yang menyetir karena aku sudah capek.

Alhamdulillah, senang hatiku, dan aku yakin ini merupakan jalan yang dibukakan Allah SWT bagiku untuk mandiri. Waktunya di follow up dan dikerjakan supaya cita-cita terwujud.

Please follow and like us:

3 thoughts on “Kunjungan ke Villa Domba

  1. Mbak boleh minta kontak villa domba yg telah dikunjungi?
    Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.