Mengunjungi Kawah Putih, Jawa Barat

Jalan-jalan ke Kawah Putih di Ciwidey, Jawa Barat, adalah salah satu selipan acara untuk kedua tamuku dari Singapura yang sedang belajar dalam Program Tur Perkebunan Vanili Villa Domba. Pada hari Minggu, 22 September 2013, materi kami selesaikan pagi hari sebelum pukul 11.00 WIB agar dapat memiliki banyak waktu ke Kawah Putih.
Kawah Putih merupakan sebuah danau kawah dari Gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut. Termasuk dalam wilayah administrasi kabupaten Bandung dan berjarak sekitar 16 km dari pusat pemerintahannya atau sekitar 50 km dari kota Bandung.

Dari Villa Domba,  perjalanan memakan waktu 2 jam, lewat 1 jam dari perkiraan. Di kanan kiri jalan terdapat sawah dan perkebunan sayur-sayuran. Yah aku terkantuk-kantuk dalam perjalanan sehingga lupa detailnya, hahaha……

Ibu Utami, penterjemah kami, juga merupakan tour guide yang memegang izin di propinsi Jawa Barat, menjelaskan seluk beluk Kawah Putih ini.

Kami tiba di area parkir mobil dan di sekelilingnya terdapat lapak jualan makanan dan oleh-oleh. Ibu Utami membeli tiket masuk dan juga membayar ongkos naik Ontang Anting (ini seperti angkutan umum) yang akan membawa kami naik ke atas. Total kami berempat menghabiskan Rp 43.000,-

Ontang Anting Kawah Putih

Ontang Anting Kawah Putih

Naik Ontang Anting

Naik Ontang Anting

Ternyata mobil pribadi bisa naik ke atas tetapi harus membayar Rp 150.000,-

Setelah terisi penuh, kami pun berangkat, mendaki ke puncak. Ada sekitar 12 orang dalam kendaraan kami. Di perjalanan, terlihat orang-orang yang berjalan kaki ataupun mengendarai sepeda motor. Waduh, itu berapa lama ya sampainya kalau jalan kaki? Pak supir ngebut! Sampai ada satu penumpang yang histeris dan sesak napas. Ternyata saat kami pulang, turun menuju area parkir, si supir pun melaju dengan kecepatan tinggi, mengerikan! Pantaslah namanya ontang anting, seperti yang ada di Dufan itu.

Di area Kawah Putih, tersedia lahan parkir, musholla, dan toilet. Ternyata tidak diperbolehkan berlama-lama di danau karena adanya gas belerang, maksimal 15 menit. Banyak penjual masker di sana.

Daaaan pemandangannya indah sekali. Warna danau bisa berubah-ubah sewaktu-waktu mengikuti tingkat keasaman danau dan juga mikroba yang ada di dalam danau. Kali ini warna danaunya kehijauan. Cantik.

Kawah Putih

Kawah Putih

 

Kawah Putih

Kawah Putih

Kawah Putih

Kawah Putih

 

Kawah Putih 5

 

Pemain Kecapi di Kawah Putih

Pemain Kecapi di Kawah Putih

Gua di Kawah Putih

Gua di Kawah Putih – Dilarang berdiri di depan mulut gua karena adanya gas berbahaya yang keluar dari sini

Ternyata daerah ini yang sering aku lihat di foto-foto pre wedding ataupun beberapa video klip musik. Norak ya? Menurut Ibu Utami, untuk pembuatan foto atau klip, para personil dilengkapi dengan masker gas. Memang setelah 15 menit, dadaku terasa sesak dan mulai batuk-batuk. Kami pun segera kembali ke Ontang Anting.

Dalam perjalanan pulang, kami mengisi perut di Restoran Sindang Reret. Waaah, lauk pauknya sangat enak dan menggiurkan selera. Aku tidak memotret makan yang tersaji karena aku harus  menerima telepon dari teman. Di belakang restoran terhampar sawah.

Restoran Sindang Reret

Restoran Sindang Reret – Ciwidey

Kasir Resto Sindang Reret

Kasir Resto Sindang Reret, perhatikan tulisan di bawah “cashier”, itu adalah tulisan sanskrit Sunda

Menu kami: nasi panas, aneka jus, gurame bakar manis, tumis toge ikan asin, sambal, lalapan, sop buntut, sate ayam. Tamu-tamuku sangat menikmati makan siang ini. Bahkan mereka mau pete, sayang restoran tidak punya persediaan.

Ini yang namanya business mixed with pleasure, hahaha… Alhamdulillah.

 

Informasi Tur Perkebunan Vanili ada di sini

 

Please follow and like us:

One thought on “Mengunjungi Kawah Putih, Jawa Barat

  1. Misteri keindahan danau Kawah Putih baru terungkap pada tahun 1837 oleh seorang peneliti botanis Belanda kelahiran Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1864) yang melakukan penelitian di kawasan ini. Sebagai seorang ilmuwan, Junghuhn tidak mempercayai begitu saja cerita masyarakat setempat. Saat ia melakukan perjalanan penelitiannya menembus hutan belantara Gunung Patuha, akhirnya ia menemukan sebuah danau kawah yang indah. Sebagaimana halnya sebuah kawah gunung, dari dalam danau keluar semburan aliran lava belerang beserta gas dan baunya yang menusuk hidung. Dari hal tersebut terungkap bahwa kandungan belerang yang sangat tinggi itulah yang menyebabkan burung enggan untuk terbang melintas di atas permukaan danau Kawah Putih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.