Umroh Diary: Peralatan dalam tas tangan saat berangkat Umroh

Ini bagian kedua untuk peralatan yang dibawa saat berangkat Umroh yang dibawa ke kabin pesawat.

Aku berangkat tanggal 31 Desember 2013 pukul 7.45 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta.

Rute perjalanannya: Jakarta – Dubai – Jeddah – Medinah.

Jakarta-Dubai ditempuh selama sekitar 8 jam, transit di Dubai 1,5 jam. Lalu penerbangan Dubai-Jeddah memakan waktu 2,5 jam. Jeddah ke Medinah sekitar 5 jam, belum termasuk proses imigrasi di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Dengan lama perjalanan sedemikian rupa, maka perlu membawa perbekalan cukup dalam tas tangan di pesawat karena kami baru bertemu dengan koper sesampainya di hotel di Medinah.

Di tas tanganku yang kubawa ke kabin pesawat, aku siapkan:

  • Obat-obatan (tidak ada cairan),
  • tissue basah dan tissue kering,
  • Winmeta,
  • tas make up (pelembab, bedak compact, lip balm, sikat gigi dan pasta gigi kecil),
  • underwear satu untuk ganti,
  • Pashmina
  • handuk tangan kecil,
  • beberapa pantyliner dan pembalut Love Moon Anion,
  • passport dan itinerary,
  • HP, kamera digital, dan Samsung Tab.

Winmat dan jaket di tas tersendiri.

Tas tangan yang sedang saja ukurannya berupa tas selempang.

Aku sarankan bawa koper kecil yang bisa dibawa ke kabin. Ini cadangan untuk oleh-oleh atau bawa baju kotor. Karena koper kecil di sana lumayan mahal, sekitar 200 real. Baca tips.

Ini foto sebelum berangkat

Yummi tidak mau ketinggalan, hahaha

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.