Umroh Diary: Perlengkapan yang dibawa selama perjalanan Umroh

Sekian lama setelah kembali dari Umroh (9 Januari 2014) baru bisa posting rangkaian pengalaman selama Umroh. Posting hari ini adalah tentang perlengkapan apa saja yang perlu dibawa selama perjalanan (31 Desember 2013 – 9 Januari 2014).

Karena ini merupakan Umrohku pertama kalinya, timbul kekhawatiran akan kurangnya perbekalan /logistik yang dibawa. Padahal tour leaderku sudah memberikan informasi perlengkapan apa saja yang dibawa, sehingga tidak kurang dan tidak berlebihan. Hal ini karena ukuran koper yang kubawa untuk perjalanan sepuluh hari tidaklah sebesar koper yang biasa aku bawa. Selain itu udara di Tanah Suci cukup dingin sehingga perlu membawa jaket dan sarung tangan. Apalagi aku melihat foto temanku yang sudah berangkat duluan, dia pakai jaket tebal. Saat itu di Medinah suhunya lima derajat Celsius.

Ini yang perlu dicatat dan menjadi pelajaran: percayalah pada tour leader karena beliau sudah berkali-kali menemani grup umroh dan percaya bahwa di Tanah Suci, Allah pasti menjaga kita, karena kita tamuNYA.

Di saat mendekati hari keberangkatan, inilah yang aku tanamkan ke dalam diri, walau pun berakhir dengan bawaan barang yang berlebihan (tetapi tetap cukup dalam kopor).

Berikut ini adalah informasi yang diberikan oleh tour leaderku:

1. Peralatan umum:

Gunting kuku, gembok ekstra (jika perlu membeli koper kecil di sana), spidol, kantung plastik untuk sampah/membungkus sandal di mesjid dll, kertas kosong, karet gelang, sabun deterjen sachet, botol kecil untuk minum zamzam di mesjid, tissue basah dan tissue kering, obat-obatan (bawa seperlunya untuk di pesawat), masker, sun glasses, hanger kecil (2-3 pieces).

Adaptor untuk stop kontak listrik yang ujungnya tiga.

Adaptor stop kontak cabang tiga

Adaptor stop kontak cabang tiga. Sumber: http://bukittinggipasar.files.wordpress.com/2012/10/cok-hp-kaki-3.jpg

Steker cabang dua digunakan supaya kita bisa sharing dengan teman sekamar jika plug listrik di kamar hotel terbatas.

Steker Cabang Dua

Steker Cabang Dua. Sumber: http://pigment7up.com/index.php?main_page=index&cPath=56

 

Madu dan pelembabĀ  (hand and body lotion) dibeli di tujuan karena formulanya khusus. Krem yang disarankan adalah Creme21 dengan kemasan warna oranye.

Sandal bisa dibeli di tujuan (seharga 5-20 real)

2. Baju

a. Baju hangat

Jaket/mantel/sweater, sarung tangan tebal, shawl/pashmina.

b. Untuk laki-laki

Membawa kaos tangan panjang dan sarung, dan topi kupluk tebal untuk di pesawat.

c. Untuk wanita

Dua stel baju putih komplit untuk umroh, sarung tangan putih untuk menutup punggung tangan, tiga stel baju warna bebas, dua mukenah, legging, kaos kaki, bergo, satu daster.

Jika perlu baju tambahan sehari-hari bisa dibeli di tujuan seharga 20-50 real.

d. Lain-lain

Boleh bawa cemilan, bawa rupiah atau USD bisa ditukar di tujuan.

Dan ini perlengkapan yang aku bawa, yang tentunya kebanyakan baju (phewww):

1. Peralatan umum:

Gunting kuku, gembok ekstra, spidol, kantung plastik untuk sampah/membungkus sandal di mesjid/baju kotor dll, kertas kosong, karet gelang, lak ban, sabun deterjen sachet, botol air minum untuk air zamzam di mesjid, tissue basah dan tissue kering, obat-obatan (bawa seperlunya untuk di pesawat), masker, sun glasses, hanger kecil (2-3 pieces).

Adaptor listrik universal dan steker cabang dua.

 

2. Baju

a. Baju hangat

Jaket, sarung tangan tebal, pashmina.

Tadinya mau bawa jaket pendek sepinggang tapi akhirnya aku bawa jaket selutut. Jaket dan pashmina ini aku bawa-bawa di pesawat supaya tetap hangat di pesawat. Padahal sih, di pesawat kan ada selimut.

aket panjang yang aku bawa umroh. Lokasi foto di Jabar Rumat.

Jaket panjang yang aku bawa umroh. Lokasi foto di Jabar Rumat.

b. Untuk wanita

– Dua stel baju putih komplit untuk umroh, sarung tangan putih untuk menutup punggung tanga. Ini sudah jadi satu dengan paket setelan yang aku beli di ITC Cipulir. Hrga Rp 275.000 berisi baju ihram dan celana panjang, sepasang sarung tangan, hijab putih. Celana panjangnya kependekan untukku (size XL)

– Tiga stel baju warna bebas, dua daster

– Dua mukenah

– Tiga legging, satu celana panjang, empat pasang kaos kaki, tiga pasang kaos kaki wudh, empat manset panjang, dua baju dalam dengan kantong uang di depannya.

– Lima bergo dan ciputnya

Ini belum dengan baju yang aku pakai saat berangkat ya.

Setelan baju umroh wanita, Rp 275.000.

Setelan baju umroh wanita, Rp 275.000.

d. Lain-lain

– Charger untuk HP, kamera, dan Samsung Tab

– Power bank dan chargernya

– Pembalut dan pantyliner Love Moon Anion, Waistguard, Winmeta, Winmat (matras ion negatif, untuk di jalan biar tidak pegel)

– Peralatan mandi, perawatan muka dan make up.

Hihihi, peralatan make up tidak ketinggalan ya: compact powder, BB cream, lip balm, blush on, eye liner, mascara, eye shadow palette Mirabella.

Untuk perawatan muka: pembersih muka, sabun wajah, toner, kapas, sun cream.

– Balsem, minyak kayu putih untuk masuk angin atau pegal-pegal

Sekian untuk daftar perlengkapan yang perlu dibawa umroh yang disiapkan dalam koper, terutama saat musim dingin.

Untuk perlengkapan dalam tas tangan yang dibawa ke pesawat, akan aku posting tersendiri.

Nantikan postingan berikutnya ya.

 

 

 

 

Please follow and like us:

2 thoughts on “Umroh Diary: Perlengkapan yang dibawa selama perjalanan Umroh

  1. Aslm ukhti fillah..
    semua pasti menginginkan perjalanan umroh yg menyenangkan dan berkesan..pastinya kenyamanan dgn pakaian untuk beribadah sangat berpengaruh ya dlm perjalanan umroh anda..
    ukhti silakan mampir ke web saya produksibordir.com..ada produk mukena tangan yg cocok untuk ibadah umroh..ada jg mukena bordir kbas kudus lainnya..
    saya tunggu kunjungannya ya ukhti..
    wassalam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.